JAKARTAWEEKEND.COM- Insiden panggung konser Radiohead yang roboh pada Sabtu (16/6) lalu di Toronto, Kanada, harus membuat grup tersebut menunda beberapa konsernya di benua Eropa.
Seperti yang Radiohead katakan dalam sebuah pernyataan di situs resmi mereka, insiden tersebut menyebabkan kerusakan terhadap peralatan musik, tata cahaya, dan beberapa ornamen panggung milik Radiohead.
“Panggung roboh juga menghancurkan tata cahaya yang unik dan memerlukan beberapa minggu untuk menggantinya. Insiden tersebut juga menyebabkan kerusakan serius di ornamen belakang panggung, beberapa berumur puluhan tahun sehingga sulit untuk diganti,” tulis Radiohead.
Selain memerlukan waktu untuk mengganti beberapa peralatan, Radiohead mengakui masih dilanda kesedihan atas insiden yang menewaskan salah satu kru panggung mereka, Scott Johnson. Mereka memutuskan untuk mengganti beberapa jadwal konser, seperti di tiga kota di Italia, dua pertunjukan di Berlin, Jerman, dan satu jadwal konser di Swiss.
Sehari setelah insiden tersebut, Radiohead sempat menulis pernyataan atas meninggalnya Scott. Mereka mengungkapkan rasa kehilangannya karena Scott adalah kru yang sudah dianggap seperti sahabat dan keluarga.
“Kami semua ‘hancur’ karena kehilangan Scott Johnson, teman dan kolega kami. Dia orang yang menyenangkan, selalu positif, mendukung dan lucu, anggota yang terampil dan terhormat dalam kru kami. Kami akan sangat merindukannya. Pikiran dan rasa cinta kami bersama keluarga Scott dan semua yang dekat dengannya,” ungkap Radiohead.













