JAKARTAWEEKEND.COM- Minggu ini beberapa stasiun televisi kabel banyak menyiarkan tentang London, menyambut datangnya Olimpiade 2012 yang merupakan Olimpiade ketiga yang diselenggarakan di kota ini. Tak terkecuali Discovery Channel yang menayangkan proses pembangunan Stadium Olimpiade London.
Stadium yang ketiga sisinya dikelilingi oleh Sungai Lea, dengan kapasitas 80.000 orang ini, didesain oleh arsitek kepala Rob Shead. Memakan waktu 4 tahun dari tahap desain hingga penyelesaiannya. Stadium ini dibuat dengan konstruksi baja dan atap PVC yang ringan dan ringkas. Dapat dibongkar kembali untuk diubah menjadi stadium normal yang berkapasitas sekitar 25.000 orang. Sangat menarik untuk melihat jalannya pembangunan proyek sebesar 486 juta pound di masa resesi yang sebenarnya sedang dialami Inggris. Hingga menyebabkan perubahan pada desain fasade yang awalnya direncanakan menggunakan layer digital.
Euphoria Olimpiade sudah mulai terasa saat saya berada diLondonbulan Maret lalu.
Jam raksasa yang menunjukkan countdown Olimpiade diletakkan di tengah Trafalgar Square, berjejeran dengan Nelson’s Column yaitu patung pahlawan terbesar Inggris Admiral Lord Horatio Nelson. Dan dilatar belakangi oleh bangunan National Museum.
Tidak jauh dariTrafalgar Square, terletakDowning Street, yang pastinya tak asing bagi para penggemar Harry Potter. Termasuk saya yang merasa sangat gembira saat melihat papan nama jalan itu di balik kaca jendela bus.
London, memang merupakan salah satu tempat impian yang ingin saya kunjungi. Mungkin karena banyaknya novel, buku cerita yang saya baca dan film favorit yang bersetting ditempat ini. Lagipula siapa yang gak kenal Lady Diana Spencer, Pangeran William dan Kate Middleton? Belum lagi bekas para Perdana Menteri seperti Winston Churchill, Margaret Thatcher si Wanita Besi dan Tony Blair. Apalagi olahragawan terkenal seperti Lewis Hamilton dan David Beckham, yang keduanya ikut membawa obor olimpiade 2012.
Semua tokoh ini dapat anda temui dalam bentuk patung lilin di Museum Madame Tussauds London.LokasiMuseumberkubah dome ini konon merupakan salah satu tempat setting film Shelock Holmes.
Madame Tussauds London lebih menarik dibandingkan dengan yang berlokasi di Hong Kong ataupun Thailand. Terdapat barisan kereta berisi dua orang yang dapat diputar -putar, membawa para penumpang diatas rel, untuk menyaksikan perjalanan sejarah kota London. Saat melintasi setting patung-patung yang menceritakan tentang peternakan, bau kotoran hewan benar-benar dapat tercium. Untung bagian ini hanya sebentar saja, segera beralih ke setting lainnya.
Dari dalam kapsul London Eye yang dapat menampung sekitar 20 orang, ditepian sungai Thames, pemandangan kota London terlihat jelas. Di seberang sungai pada sisi kiri, Big Ben, lonceng besar ikon kota London tampak menjulang. Saat kapsul berada pada posisi yang lebih tinggi, di kejauhan, agak disebelah kanan istana Buckingham tampak dikelilingi oleh hijaunya pepohonan.
Bangunan-bangunan kuno disini kebanyakan terbuat dari brick, batu bata merah tua, terkecuali beberapa yang mengimport limestone dari Perancis. Balkon-balkon dengan railing rumit menghiasi muka bangunan ini. Fasade toko-toko sangat cantik dengan daun pintu double yang kokoh, serta kusen kayu etalase kaca lebar yang diatasnya di bingkai oleh drop kanopi bertuliskan warna emas.
Kotak telepon berwarna merah dapat anda temui di pinggir-pinggir jalan, walaupun sudah jarang digunakan. Bus-bus tingkat berwarna merah tampak hilir mudik di jalan-jalan, Tanda Underground sebagai penunjuk lokasi Tube atau kereta bawah tanah, juga tampak jelas dengan lingkaran merahnya. Nampaknya warna merah mendominasi kota London.
Yang menarik adalah taksi London yang seragam. Dengan bentuknya yang kuno dan unik dipertahankan dari jaman dahulu, Kebanyakan berwarna hitam polos. Namun ada beberapa yang dicat unik sebagai iklan berjalan.
Keseluruhan ciri khas kota ini membaur dengan harmonisnya, membentuk suasana kota yang apik. Tak heran London merupakan salah satukotayang menjadi pujaan untuk ditinggali, walaupun biaya hidup disini termasuk yang tertinggi di dunia.
Saat mengunjungi area shopping di Oxford Road, bus diparkir disamping Hyde Park. Sayang saya gak sempat untuk memasukinya, karena semua anggota grup lebih memilih menghabiskan waktu untuk berbelanja, daripada menikmati senja indah di taman kotayang sangat terkenal dan seringkali dipakai untuk lokasi konser musik ini.
Hal lain yang masih membekas di benak saya adalah jamuan makan ala abad pertengahan, di sebuah restaurant bernama Medievel Banquet yang terletak di basement sebuah bangunan kuno, beratap sangat rendah. Strukturnya terbuat dari batu bata merah dengan lengkungan yang menghubungkan kolom satu dengan lainnya.
Pelayan wanita berpakaian abad pertengahan meletakkan makanan dalam pinggan seng diatas meja kayu besar dengan bangku kayu tanpa sandaran berhadap-hadapan ala warteg yang bisa diduduki empat orang setiap bangkunya.
Menu makanan itu sendiri ternyata sangat simple yaitu menu utama sepinggan ayam berkuah bumbu khas London dengan jatah seorang sepotong, sepinggan salad sayur-sayuran dan sepinggan wortel, kentang dan ubi yang dipanggang.
Ternyata jadi bangsawan jaman dulu itu gak hebat-hebat amat, kalau dilihat dari menu makanan seperti ini. Masih lebih canggih menu Baby Ribs di Hard Rock Café London, yang saya nikmati sebagai santap malam. Satu porsinya cukup untuk makan berdua atau bertiga.
Dari London, saya melanjutkan perjalanan ke Paris dengan menumpang kereta cepat Eurostar, yang melewati terowongan bawah laut antara kedua negara ini. Maka pada hari terakhir, saya harus pergi ke stasiun kereta St Pancras, King Cross.
Ternyata stasiun ini merupakan tempat lokasi shooting Harry Potter, sebagai stasiun kereta keberangkatan murid-murid menuju Hogwart. Dengan antusias saya menjelajahi stasiun berlantai dua ini, mencoba mencari kolom istimewa platform 9 3/4 itu.
Pada bagian bawah terdapat loket-loket pembelian tiket kereta. Dan ruang tunggu penumpang serta pintu masuk menuju ke jalur-jalur kereta. Ternyata untuk penumpang dalam satu grup, koper-koper dapat dicheck in bersamaan di loket khusus di belakang stasiun. Beda dengan perorangan yang harus menenteng sendiri bawaannya.
Jejeran toko-toko dan café dipinggiran stasiun beretalase kaca-kaca transparan membingkai struktur asli bata merah dibelakangnya
Di lantai dua, terdapat patung-patung logam berukuran raksasa, disesuaikan dengan struktur kolom baja melengkung berwarna abu-abu yang menyangga atap stasiun, disetiap gridnya diselingi oleh jendela-jendela tinggi. Dari lantai ini kita bisa keluar dan menikmati eksterior bangunan stasiun yang mirip istana. Bisa jadi ide istana dongeng di TMII mengambil dari bangunan ini. Siapa tahu.
Dan diatassana, terlihat jelas dari dalam stasiun, tergantunglah logo raksasa berbentuklimalingkaran dengan warna yang berbeda melambangkanlimabenua. Selamat datang Olimpiade London 2012. Senang sekali bisa berkunjung di kota anda.





















